Penanya:
Ayahku anggota jama’ah tabligh lalu dia menyuruhku pergi bersamanya, apa yang harus saya lakukan?
Syaikh Rabi:
Wajib bagimu untuk berbakti kepada kedua orang tua dan berinteraksi dengan baik padanya seperti yang Allah perintahkan padamu: Kalau
mereka berdua menekanmu untuk mempersekutukan Aku dimana pasti kamu
tidak punya ilmu yang membolehkan melakukannya, maka janganlah engkau
menaatinya. Namun temanilah mereka di dunia dengan cara yang baik dan
ikuti jalan orang yang ber-inabah pada-Ku . (Luqman: 15)
Kamu
berbakti dan taat padanya dalam ketaatan pada Allah, bukan dalam hal
maksiat. Kalau dia menyuruhmu melakukan kemaksiatan atau bid’ah maka
tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan dan ketaatan hanya dalam kebajikan.
Jangan kamu ikut dia khuruj tetapi jangan melawannya atau mengerasinya tetapi lakukan dengan lembut dan menarik simpati serta sebutkan alasan-alasan yang menyelesaikan masalahmu.
Jadilah
seperti pemuda yang diutus kaumnya untuk mempelajari sihir lalu dia
ketemu seorang ahli ibadah dan menakjubkannya. Setiap kali pemuda ini
melewatinya dia pun bertanya sampai akhirnya ahli ibadah ini mengabarkan
‘Saya menyembah Allah’. Si pemuda tinggal di tempat ahli ibadah dan
terlambat ke dukun. Dukun mengutus kepada keluarganya bahwa dia tidak
datang-datang juga. Pemuda menyampaikannya ke ahli ibadah, dia menjawab,
‘Kalau dukun bertanya, ‘Kamu tadinya di mana?’ Jawab, ‘Saya dari
keluargaku’, sedangkan kalau keluargamu menanyakan demikian padamu,
jawab, ‘Saya tadinya di tempat dukun.’….. demikian secara makna hadits.
Kamu
sebutkan alasan-alasan, dan dengan kalimat yang memungkinkan bermakna
yang engkau sebutkan, tapi jangan berdusta. Kata-kata kinayah bisa dipuji, barakallahu fik.
Fatawa Syaikh Rabi II/449-451

0 komentar:
Posting Komentar