Jama’ah Jihad Yang Dikenal Dengan Al-Qa’idah
Jama’ah ini didirikan oleh Usamah bin Ladin dan orang-orang yang
bersamanya di Afghanistan. Dan Usamah pada saat pendirian (jama’ah) ini
berada pada aqidah yang jauh dari kotoran-kotoran pemikiran mengkafirkan
kaum muslimin. Kemudian dia dikitari oleh orang-orang Mesir kaum
takfiry lalu mereka meninggalkan pengaruh pada Usamah. Kemudian
datanglah Aiman Azh-Zhawahiry pimpinan Jama’ah Jihad di Mesir, dan dia
lebih banyak berpengaruh pada Usamah. Hal ini sebagaimana di jelaskan
oleh Hasan As-Suraihy yang dahulunya tergabung dalam Jama’ahnya Usamah,
namun dia meninggalkannya dan berlepas diri darinya. Hasan berkata:
“Oleh karenanya aku mulai heran, karena sikap-sikap dan prinsip-prinsip
Usamah setelah orang-orang Mesir yang tergabung dalam Jama’ah Jihad
berkerumun di sekitarnya. Prinsip dan sikapnya menjadi sangat berbeda
dengan prinsip dan sikapnya ketika mulai bergabung berjihad. Dimana dia
pada awal keberadaan kami dalam jihad tahun 1987 dia menyingkirkan orang
mesir yang tergabung dalam Jama’ah Jihad.” (Dinukil dari kitab “Kalimah
Haq” hal. 174.).
Kelompok ini memebrikan bai’at kepada Usamah bin Ladin. Dalam kitab
“Kalimah Haq Fii Usamah bin Ladin” hal. 47-48 setelah penyebutan
pembagian kitab “Al-Kawasyif Al-Jaliyyah Fii Kufri Ad-Daulah
As-Su’udiyah” di kamp pasukan Al-Anshar dan kamp pasukan Al-Faruq miliki
Usamah bin Ladin disebutkan sebagai berikut: “Kemudian diikuti setelah
itu dengan apa? Diikuti dengan bai’at. Bai’at kepada siapa? Bai’at
kepada orang yang mendirikan kamp pasukan ini yang padanya dibagikan
kitab-kitab ini. Dia telah dibai’at oleh orang-orang yang berbai’at
padanya sebanyak dua kali. Satu kali di Baisyawar, lalu diperbarui
bai’at kepadanya sekali lagi di Sa’udi secara tersembunyi. Aku telah
datang dengan seorang contoh (sample) dari mereka kepada Yang Pemaaf,
Orang Tua dan Guru Kami Ibnu Baz v dan aku berkata: “Berdirilah wahai
fulan dan kabarkan kepada Syaikh apa yang terjadi padamu!” Setelah Allah
U memberikan hidayah kepadanya dan dia menjadikan Masyayikh Madinah
sebagai sebab orang itu mendapatkan hidayah, dia berkata: “Demi Allah U
wahai Syaikh, aku telah membai’at Usamah bin Ladin dua kali, satu kali
di Baisyawar dan stu kali di Sa’udi untuk sedia mendengar dan taat dalam
kesusahan dan kemudahan, dalam perkara yang disukai dan yang dibenci,
serta untuk mengedepnkan dibanding diri sendiri.” Maka ini adalah sebab
dibacanya kitab-kitab ini, jika seseorang setelah itu diseru untuk
mendengar dan taat mereka menyatakan pemerintah yang pertama sah adalah
pemerintah kafir dan ulama yang bersamanya juga kafir.”
Jika seseorang telah berbai’at, dia akan belajar mengkafirkan kaum
muslimin dan menghalalkan darah serta harta mereka. Aiman Azh-Zhawahiry
seorang pengajar pemikiran takfir di bumi Afghanistan berkata ketika
berbicara tentang Jama’ah Jihad: “Sesungguhnya jama’ah ini mampu untuk
menyebarakan di tengah para pemuda perkara-perkara yang terlupakan oleh
pemikiran keumuman umat islam. Contohnya: hakimiyah syar’iyah, murtadnya
pemerintah yang tidak berhukum dengan apa yang Allah U turunkan, dan
wajibnya memberontak kepada pemerintah yang berloyalitas kepada
musuh-musuh islam.” (Dinukil dari kitab “Kalimah Haq Fii Usamah bin
Ladin” hal. 48-49.).
Para pemuda yang berbai’at kepada Usamah bin Ladin diasuh dalam
asuhan pengkafiran kaum muslimin secara umum terkecuali Afghanistan.
Dalam sumber yang telah lewat hal. 53-54 bahwa seseorang bertanya kepada
Usamah bin Ladin: “Jika orang-orang Amerika keluar dari Sa’udi dan
pembebasan Masjid Al-Aqsha telah usai, apakah engkau setuju untuk
menyerahkan dirimu kepada proses hukum di negara muslim?” Maka Usamah
bin Ladin menjawab dengan berkata: “Hanya Afghanistan saja yang
dikategorikan negara islam. Pakistan mengikuti undang-undang Inggris,
dan aku tidak menganggap Sa’udi sebagai negara islam. Jikalau
orang-orang Amerika mendakwaku dengan suatu tuduhan, maka kami juga
memiliki daftar tuduhan kepada mereka.”
Saya (Syaikh Muhammad Al-Imam) berkata: Usamah bin Ladin menjadikan
semua negara islam sebagai negara kafir kecuali Afghanistan. Ini adalah
madzhab khwarij yang mana tidaklah mereka memandang muslim seorangpun
kecuali diri mereka, mereka membunuh orang islam dan membiarkan para
penyembah berhala (orang kafir).
Dan inilah Usamah dan orang yang bersamanya menghimpun para pemuda
yang bersama mereka untuk memerangi kaum muslimin di setiap tempat yang
mereka mampu capai. Mereka merancang berbagai rencana pembunuhan senyap,
penculikan dan selain itu, terkhusus di negara-nagara arab. Jika mereka
telah melakukan perbuatan ini yang mana itu adalah termasuk kerusakan
yang terbesar di muka bumi, mereka mendapat pujian dari para pemimpin
mereka yang menyimpang. (Lihat kitab “Kalimah Haq Fii Usamah bin Ladin”
hal. 63).
Dampak jelek dari perbuatan mereka ini telah menyebabkan bertambah
kuatnya cakar negara kufar terhadap kaum muslimin, terhadap pemerintah
dan terhadap rakyat mereka. Juga menyebabkan negara-negara kafir
melakukan tekanan kepada pemerintah kaum muslimin demi memerangi islam
dengan slogan dan tuduhan terorisme, juga memerangi kaum muslimin dari
sisi mereka dianggap melindungi teroris.
Lihatlah! Bagaimana mereka meninggalkan perang terhadap orang kafir
dan mengarah untuk memerangi kaum muslimin, sampai sebagian mereka
mengatakan: “Kami akan mengawali perang dengan memerangi ulama”. Bahkan
sebagian mereka di Yaman malakukan pemasangan bom dekat dengan salah
satu masjid yang mana Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’iy memberikan ceramah
padanya.
Bahkan dalam kitab “Kalimah Haq Fii Usamah bin Ladin” hal. 155-159
(disebutkan): “Termasuk perbuatan mereka yang paling memalukan adalah
operasi yang dilakukan oleh sekumpulan orang Afghan arab, dimana mereka
melakukan pembunuhan terhadap enam belas orang yang melukai sekian
banyak orang yang shalat di salah satu masjid yang sejalan dengan
Jama’ah Anshar As-Sunnah Al-Muhammadiyah, yang mereka dikenal dengan
menyerukan aqidah salafiyah (ahlus sunnah) pada tahun 1994. Kejadian itu
terjadi setelah shalat jum’at dimana mereka mendobrak masjid dengan
senjata mereka lalu bertakbir dan menembaki orang-orang yang shalat.
Pada hari kedua setelah kejadian Al-Khalify ditangkap di depan rumah
Usamah bin Ladin di Khurthum.”
Tamamul Minnah karya Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam -hafizhahullah- (147-150).
Diterjemahkan oleh
‘Umar Al-Indunisy
Darul Hadits – Ma’bar, Yaman
www.thalibmakbar.wordpress.com
0 komentar:
Posting Komentar